by

SMK ‘MBANGUN DESA DALAM MASA TANGGAP DARURAT COVID19

SMK mbangun Desa? Apakah program ini merupakan sebuah program yang dirancang untuk meningkatkan keterlibatan langsung satuan pendidikan kejuruan dalam mengoptimalkan perannya di wilayah pedesaan? Ataukah sebuah eskapisme untuk menjawab keraguan publik akan urgensi program revitalisasi SMK? Dan masih banyak lagi pertanyaan yang mungkin mengalir dalam perjalanan pembangunan dan optimalisasi potensi SMK dalam proses pengembangan perannya sebagai Center of Excellence guna menghasilkan sumberdaya manusia muda potensial dan handal di bidangnya.

Sejatinya sebagian besar SMK berkembang di pedesaan, di wilayah rural yang jauh dari hingar bingar kemewahan. Sejatinya pula bahwa sebagian besar peserta didik yang berada di dalamnya berasal dari kelompok yang secara ekonomi tergolong dalam klas menengah ke bawah bahkan dapat dikatangkan kurang mampu. Untuk itulah kemudian SMK menjadi sebuah tempat untuk membangun harapan dan masa depan bagi anak-anak muda pedesaan. Maka tidak heran pula kalau muncul anekdot dan singkatan tentang SMK, seperti Sekolah Menghapus Kemiskinan, Sekolah Membangun Kesejahteraan dan banyak lagi singkatan yang mengekspresikan bagaimana SMK difahami. Oleh karena itu, tidak berlebihan pula jika peran SMK dalam membangun masyarakat pedesaan menjadi sangat penting bahkan dapat dikatakan SMK dapat menjadi ujung tombak pembangunan secara nasional.

Program SKM Mbangun desa merupakan gerakan nyata yang masuk ke hingga ke dalam wilayah terjauh. Gerakan ini tidak hanya mendorong anak-anak muda memasuki wilayah pendidikan dengan kerangka keterampilan kerja yang menonjol, tetapi lebih luas mendorong kesadaran orang tua untuk meningkatkan peran sertanya untuk ikut dalam sebuah proses pendidikan yang bersfat terintegrasi. Dalam konteks lebih spesifik, gerakan SMK Masuk Desa dengan demikian merupakan upaya kuat memaksimalkan kontribusi SMK dalam membangun wilayah pedesaan, membongkar kemiskinan dan mendorong wilayah-wilayah potensial tersebut untuk berkembang, baik secara enomomi maupun sosial.

Dalam masa tanggap Darurat Covid19, gerakan SMK Mbangun Desa telah memberikan banyak kontrbusi sesuai dengan kompetensinya masing-masing. Di Tengah kepanikan langkanya alat-alat kesehatan, SMK-SMK yang jauh diujung pedesaan telah melakukan pekerjaan nyata mengawal daerahnya dari kekurangan perangkat kesehatan yang dibutuhkan. Melakukan penyadaran pentingnya menjaga kesehatan lingkungan, dan menyiapkan perangkat disinfektan misalnya, merupakan salah satu kerja nyata dari program tersebut. Dalam konteks yang lebih luas, sesuai bidang keahliannya masing-masing para siswa SMK bahkan telah memberikan sumbangsih nyata melakukan pengadaan peralatan dan seragam APD bagi para medis secara sukarela. Sebuah kontribusi nyata yang mungkin selama ini tak pernah terbayang dilakukan melalui SMK-SMK di wilayah perdesaan.

Dalam masa Tangap Darurat Covid19, arus deras pengangguran sebagai imbasnya merupakan ancaman nyata. Oleh karena itu, hal penting yang harus dilakukan adalah menyiapkan lulusan SMK sebagai penggerak ekonomi di perdesaan, mendorong produksi dan mengelola potensi sumberdaya untuk menjaga keseimbangan ekosistem ekonomi di wilayah perdesaan atau rural di mana SMK-SMK tersebut berkembang. Maka menjadikan sekolah-sekolah menenengah kejuruan yang sebagian besar berada di perdesaan sebagai pusat pelatihan pra kerja menjadi alternatif paling rasional di tengah ancaman resesi ekonomi dunia yang makin kentara. Untuk itu pilihannya adalah memperkuat eksistensi SMK sebagai basis ketahanan ekonomi pedesaan dengan program nyata meningkatkan kontribusinya dalam menyiapkan lulusan SMK yang berkarakter dengan keterampilan yang berdaya saing.

SMK Mbangun Desa, mengembalikan SMK ke Desa, meningkatkan peran ekonomi SMK dalam membangun dengan potensi yang ada di pedesaan. Semangat ini harus digemakan untuk menciptakan polarisasi karakter kebekerjaan untuk mendorong lulusan-lulusan terbaik dari berbagai kompetensi di SMK yang ada agar mereka mampu menciptakan lagasi ekonomi yang kuat dari wilayah perdesaan. Inilah urgensi SMK Mbangun Desa, sebuah program bayangan yang lahir dari keinginan membongkar kemiskinan dan merubah potensi ekonomi pedesaan menjadi kekuatan dahsyat untuk membangun kesejahteraan yang bermartabat tanpa membebani negara dan sebaliknya tidak terbebani pula oleh kepentingan politik.

Dengan demikian, program SMK ‘Mbangun Desa pada gilirannya memberikan investasi nyata, membangun dari pinggir untuk memberikan kontribusi lebih realistis. Slogan “SMK Membangun dari Desa untuk Indonesia” merupakan sebuah semangat yang terus digemakan untuk memberikan bukti nyata bahwa SMK hadir untuk Indonesia. Untuk itu perioritas pembangunan pendidikan keterampilan melalui “Sekolah Menengah Kejuruan” merupakan hal yang realistis dan menempatkannya sebagai sub-ordinat dalam kerangka pembangunan pendidikan nasional merupakan kebijakan yang keliru. SMK harus dikembalikan sebagai pusat pendidikan ketempilan yang ditugaskan menyiapkan sumberdaya manusia Indonesia yang siap menyongsong pertarungan global pada tingkat paling kompetitif sekalipun.

Dari Desa untuk Indonesia…SKM Bisa, SMK Hebat, SMK berkontribusi nyata….

*) Penulis adalah Dr. R. Abdul Haris, M.Si, Koordinator bidang Tata Kelola Direktorat SMK, Kemdikbud

*) Tulisan Opini Pendidikan ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi indonesia.org

*) indonesia.org terbuka untuk umum. Panjang naskah minimal 4000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opinipendidikan@indonesia.org

*) Redaksi berhak tidak menanyangkan opini yang dikirim

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed